SPORT

Juara Baru Warnai MLSC Bandung dan Yogyakarta Seri 2 2025-2026

Pertandingan final MilkLife Soccer Challenge Bandung Seri 2 2025 - 2026 KU 10 antara SDN 035 Soka (jersey biru bergaris abu-abu) melawan SDN 091 Cibeureum Kota Bandung (jersey hijau) yang berlangsung di Lapangan Chandradimuka Pusdikif, Bandung, Minggu (1/
Pertandingan final MilkLife Soccer Challenge Bandung Seri 2 2025 - 2026 KU 10 antara SDN 035 Soka (jersey biru bergaris abu-abu) melawan SDN 091 Cibeureum Kota Bandung (jersey hijau) yang berlangsung di Lapangan Chandradimuka Pusdikif, Bandung, Minggu (1/
apakabar.co.id, JAKARTA - MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Bandung dan Yogyakarta Seri 2 2025–2026 sukses digelar dengan menghadirkan persaingan yang semakin ketat dan atmosfer kompetisi yang kian panas. Turnamen sepak bola putri usia dini ini kembali melahirkan juara-juara baru, menegaskan meratanya kekuatan antarsekolah peserta.

Di Bandung, SDN 035 Soka tampil sebagai kampiun kategori usia (KU) 10, sementara SDN 036 Ujungberung keluar sebagai juara KU 12. Adapun di Yogyakarta, kejutan datang dari SDN Nglarang yang berhasil menjadi juara KU 10 pada debut pertamanya, serta SD Muhammadiyah Sapen yang menyabet gelar juara KU 12.

Pelatih Kepala MilkLife Soccer Challenge, Timo Scheunemann, menilai kemunculan juara baru merupakan buah dari proses latihan yang semakin intensif, baik di sekolah maupun di Sekolah Sepak Bola (SSB). Menurutnya, motivasi untuk tampil lebih baik dari seri sebelumnya membuat kualitas permainan peserta meningkat signifikan.


“Kita bisa melihat juara-juara kali ini membuktikan bahwa mereka sudah semakin rutin berlatih. Ada rasa tidak ingin kalah dan keinginan mendapat hasil lebih baik dari seri sebelumnya. Pemahaman posisi dan penguasaan bola juga meningkat. Ini menjadi angin segar karena iklim kompetisi semakin hidup dan persaingan tidak lagi didominasi satu tim saja,” ujar Timo.

Pelatih berlisensi UEFA A Pro yang menimba ilmu di Koeln, Jerman, tersebut juga terkesan dengan performa peserta MLSC Bandung 2025–2026. Ia menilai perkembangan ini membuka peluang besar bagi Bandung untuk tampil lebih kompetitif pada ajang MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2025–2026.

“Melihat hasil Seri 2 ini, All-Stars Bandung punya kans besar. Tapi saya tetap harus melihat dan mengkurasi pemain-pemain terbaiknya terlebih dahulu, lalu membandingkannya. Dengan komposisi pemain yang lebih baik, peluang untuk meraih hasil maksimal tentu terbuka,” kata Timo.

Setelah dua seri digelar di seluruh kota penyelenggara, MilkLife Soccer Challenge akan ditutup dengan MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2025–2026. Ajang ini mempertemukan talenta terbaik hasil kurasi dari setiap kota dan akan didahului program MilkLife Soccer Extra Training.

Berbeda dari edisi sebelumnya, format pertandingan All-Stars akan mengalami perubahan dari 7 vs 7 menjadi 9 vs 9. MLSC All-Stars 2025–2026 dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026 di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, dengan setiap tim mewakili kotanya masing-masing untuk memperebutkan podium juara.

Sementara itu, Asisten Pelatih Timnas Putri Indonesia U-17 2025, Dian Nadia Mutiara, menilai MilkLife Soccer Challenge memiliki peran strategis dalam pembinaan pesepakbola putri sejak usia dini.

“Dari turnamen ini, bibit-bibit pesepakbola potensial bermunculan. Kompetisi ini sangat membantu staf pelatih timnas dalam mencari calon-calon pemain untuk regenerasi tim nasional. Antusiasme mereka tinggi dan penguasaan teknik dasar juga cukup baik,” ujar Dian.

MilkLife Soccer Challenge Bandung Seri 2 2025–2026 diikuti 2.154 siswi dari 94 SD dan MI di Bandung dan sekitarnya. Sementara MLSC Yogyakarta Seri 2 2025–2026 melibatkan 1.548 peserta dari 88 SD dan MI.

Pada final KU 10 di Bandung, SDN 035 Soka memastikan gelar juara setelah mengalahkan SDN 091 Cibeureum Kota Bandung dengan skor 2-0. Gol kemenangan dicetak oleh Mikhayla Putri Ferdiansyah (4’) dan Allya Khaira Rahman (14’), sekaligus mengantarkan SDN 035 Soka meraih gelar pertamanya di ajang MLSC.

Di kategori KU 12 Bandung, SDN 036 Ujungberung keluar sebagai juara usai menaklukkan SDN Citrasari lewat drama adu penalti 2-1, setelah laga berakhir imbang tanpa gol selama waktu normal. Gelar ini juga menjadi titel perdana Ujungberung di MilkLife Soccer Challenge.


Sementara di Yogyakarta, SDN Nglarang mencatat debut manis dengan meraih juara KU 10 usai menundukkan SD Muhammadiyah Sapen 4-2. Empat gol kemenangan SDN Nglarang diborong Danisa Anindya Nuha Zahira (20’, 29’) dan Azra Alesha Qaireen Alkatiri (9’, 30’).

Pada KU 12 Yogyakarta, SD Muhammadiyah Sapen tampil sebagai kampiun setelah menundukkan SD Muhammadiyah Karangploso dengan skor tipis 3-2. Penyerang andalan Sapen, Shima Putri Larasati, mencetak hattrick pada menit ke-6, 9, dan 19.

Keberhasilan Bandung dan Yogyakarta Seri 2 semakin menegaskan MilkLife Soccer Challenge sebagai panggung penting pembinaan sepak bola putri usia dini di Indonesia, sekaligus membuka jalan lahirnya generasi baru calon penggawa tim nasional di masa depan.