EKBIS
Ekspor-Impor Tertekan Picu Lonjakan Angka PHK Sepanjang 2025
apakabar.co.id, JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengungkapkan tingginya tensi geopolitik turut memengaruhi kinerja ekspor dan impor industri dalam negeri. Situasi tersebut yang turut berdampak pada lonjakan peningkatan korban pemutusan hubungan kerja (PHK) sepanjang tahun 2025 mencapai 88.519 orang.
Berdasarkan data PHK yang dirilis Kemnaker periode Januari-Desember 2025, jumlah korban PHK tahun lalu mencapai 88.519 orang, meningkat lebih dari 10 ribu orang dibandingkan tahun 2024 di mana PHK menimpa 77.965 orang.
Pertama ada tekanan juga dari ekspor-impor, ya, itu pasti. Kondisi dunia di awal 2025 terutama sampai semester I masih ada dinamika cukup tinggi (di) geopolitik, pasti itu pengaruh ke ekspor,” kata Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Dirjen PHI Jamsos) Kemnaker Indah Anggoro Putri di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (21/1).
Adapun sebanyak 88.519 orang korban PHK tersebut merupakan pegawai yang terklasifikasi sebagai peserta program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) BPJS Ketenagakerjaan.
Mengenai sektor yang paling banyak melakukan PHK tahun lalu, Indah mengatakan, industri manufaktur masih menjadi salah satu sektor yang terdampak cukup besar.
Ia pun mengakui bahwa isu PHK harus menjadi perhatian dan membutuhkan kerja sama strategis antara para pemangku kepentingan.
“Mengatasi PHK itu kan bukan cuma (tugas) Kementerian Ketenagakerjaan, banyak faktor yang menjadi pengaruh atau menjadi faktor penyebab PHK. Jadi pasti ada koordinasi dan kolaborasi bersama,” ujar Indah.
Lebih jauh, Indah mengatakan, pihaknya juga mengakselerasi program-program terkait untuk menekan angka PHK dan pengangguran, terutama mereka yang berada di usia produktif.
“Ada Magang Nasional bagi para penganggur baru yang terdidik. Lalu kemudian pelatihan-pelatihan termasuk melibatkan serikat pekerja. Tadi Pak Menteri (Ketenagakerjaan, Yassierli) bilang akan dimasifkan di tahun ini, jadi upayanya ada,” pungkasnya.
Editor:
BETHRIQ KINDY ARRAZY
BETHRIQ KINDY ARRAZY

![[ANALISIS] Emas Hari Ini Tembus Rp2,7 Juta per Gram, Ujian Berat Fiskal-Moneter](/uploads/2026/01/post_6970ced60cd3f3.80147270.jpg)