Pengamat Minta Pastikan Kualitas Beras SPHP Saat Operasi Pasar

Pengamat Minta Pastikan Kualitas Beras SPHP Saat Operasi Pasar

Ilustrasi - Karungan beras SPHP. Foto: Humas Bapanas

apakabar.co.id, JAKARTA – Pengurus Pusat Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (PERHEPI) Khudori mengatakan pemerintah harus memastikan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang disalurkan melalui program operasi pasar dan bantuan pangan memiliki kualitas yang baik.

Khudori menyoroti kualitas beras stok Bulog yang sebagian sudah berusia lebih dari satu tahun. Beras jenis ini berpotensi berbau apek. Selain itu, beras hasil penyerapan dari gabah lokal dengan kualitas beragam juga cenderung tidak tahan lama.

“Beras ini tidak tahan lama dan potensial turun mutu. Beras yang tidak layak ini bisa di-reprosesing (pemrosesan ulang),” katanya dalam sebuah pernyataan yang diterima di Jakarta, dikutip Jumat (29/8).

Baca juga: Tekan Harga Beras di Pasar, Pakar: SPHP Perlu Diintervensi

Ia menilai ketika pasokan beras di ritel modern menipis, beras SPHP dapat menjadi alternatif. Akan tetapi, kualitasnya harus dipastikan baik sebab beras SPHP yang berkualitas baik akan lebih mudah diterima oleh pedagang dan konsumen, sehingga memperlancar distribusi dan meningkatkan efektivitas program.

Lebih lanjut, Khudori juga berpendapat perlunya mengubah strategi operasi pasar agar lebih efektif. Menurutnya, operasi pasar seharusnya tidak hanya menyasar konsumen akhir melalui toko-toko binaan pemerintah daerah atau instansi pemerintah seperti TNI/Polri.

Sebaliknya, operasi pasar harus berfokus pada mengguyur beras ke pasar dengan menggandeng pedagang di pasar, termasuk pasar induk. Menurut dia, jaringan pedagang di pasar jauh lebih luas dan cepat dalam menyalurkan barang ketimbang jejaring Polri dan TNI.

Baca juga: YLKI: Beras SPHP Oplosan Rugikan Negara hingga Konsumen

Dengan melibatkan pedagang, operasi pasar dapat menjangkau lebih banyak titik distribusi. Selain itu, penggilingan padi juga harus dilibatkan karena mereka memiliki jaringan pemasaran yang kuat.

“Kata kuncinya, jenuhi pasar dengan beras. Berapa pun permintaan mesti dipenuhi. Indikatornya harga. Kalau pasokan melimpah harga akan turun, setidaknya tertahan tidak naik,” katanya.

4 kali dilihat, 4 kunjungan hari ini
Editor: Bethriq Kindy Arrazy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *