apakabar.co.id, JAKARTA – Dugaan aksi penjarahan batu bara ilegal menguar di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan. Bahkan menyentuh wilayah raksasa pertambangan Kalsel-Kalteng, PT Adaro Indonesia.
Informasi awal aktivitas ilegal ini bermula dari media sosial. Kurun sehari, setidaknya beredar tiga video Tiktok. Semuanya menampilkan aktivitas alat berat pengeruk dan truk pengangkut emas hitam.
“Ada puluhan lokasi tambang ilegal. Tak punya IUP. Di Balangan, Kalsel,” begitu bunyi narasi dalam video itu.
Dalam video selanjutnya, tampak sebuah truk berpelat Kalimantan Selatan terguling. Seisi muatannya tumpah ruah memenuhi rumah warga.
Sampai Rabu (13/3) Sore, video-video tersebut sudah ditonton oleh ratusan ribu pengguna Tiktok.
Lantas, apa respons kepolisian soal temuan ini? Kapolres Balangan AKBP Riza Muttaqin bukannya tinggal diam. Ia mengaku sudah mengerahkan tim penyidik ke lapangan.
Namun tak ditemukan adanya aktivitas penambangan gelap. Termasuk alat-alat berat, semuanya sudah tak ditemukan di lapangan.
“Kami sudah mengupayakan penegakan hukum, namun tidak ditemukan aktivitas dimaksud,” jelas Riza dihubungi apakabar.co.id, Rabu (13/3) petang.
Pengecekan, kata dia, berlangsung di Desa Lingsir Kecamatan Paringin Selatan. Juga di kawasan Batu Mandi.
Kedua lokasi itu merupakan lahan penggunaan pemeliharaan, dan pengawasan PT Adaro Indonesia.
Turut melibatkan pihak keamanan Adaro, pemasangan spanduk larangan penambangan ilegal alias PETI juga dilakukan.
“Silakan dicek kembali di lapangan bahwa tidak ada lagi aktivitas dimaksud,” jelas Riza. “Saat ini kami juga gencarkan patroli,” sambung Riza.
Lantas bagaimana dengan muatan batu bara yang tumpah ke rumah warga? Riza mengaku belum mendapat laporan itu.
“Mohon waktu, nanti saya komunikasi dengan rekan-rekan polsek dan reskrim,” jelas Riza.
Ada kantor polsek dekat lobang yang digali, ada Intel, ada babinsa, ada puluhan truk tiba-tiba hilir mudik di jalan desa, ada jalan tiba-tiba rusak berlobang. Polisi bilang tidak menemukan aktivitas penambangan dan alat-alat nya.