LINGKUNGAN HIDUP
Jiva Catalyst Foundation Ajak Anak Muda Terhubung dengan Alam
apakabar.co.id, JAKARTA - Jiva Catalyst Foundation mengajak ratusan anak-anak muda agar terhubung dengan alam dalam rangka memperingati Hari Kenakeragaman Internasional. Sejumlah kegiatan yang dilakukan di antaranya seperti workshop upcycle botol plastik, clean up sampah, hingga observasi satwa di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta, pada Sabtu (23/5).
Kegiatan bertema “Explore, Create, Act for Biodiversity” berisi serangkaian kegiatan seperti workshop upcycling “Trash Into Tiny Garden”, wildlife observation, mini conservation talk, sustainable eco picnic, eco pledge, hingga clean-up area bersama. Dari rangkaian kegiatan tersebut, diharapkan dapat menghasilkan aksi kecil yang berdampak positif bagi lingkungan.
“Melalui Celebrate Biodiversity Day 2026 with Jiva, kami ingin menunjukkan bahwa menjaga lingkungan bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan, kreatif, dan kolaboratif,” ujar Founder Jiva Catalyst Foundation, Maya Lynn, dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (23/5).
Pada kegiatan tersebut, para peserta membawa sampah botol plastik yang dibawa dari rumahnya masing-masing untuk didaur ulang menjadi berang bernilai. Di tangan mereka, sampah plastik disulap menjadi pot tanaman sukulen yang penuh pernak-pernik melalui kegiatan workshop.
Adapun tanaman sukulen disediakan oleh panitia dan dapat dibawa pulang peserta sebagai simbol sederhana penerapan gaya hidup berkelanjutan dan creative reuse dalam kehidupan sehari-hari.
Tak hanya kegiatan daur ulang, para peserta juga melakukan kegiatan observasi satwa sehingga dapat belajar langsung secara dekat mengenai kehidupan alam luar. Dengan melihat secara dekat kehidupan alam liar, anak muda urban dapat memupuk rasa cinta dan kepedulian terhadap keanekaragaman hayati.
“Biasanya kerusakan lingkungan atau kerusakan hutan disebabkan oleh korporasi yang notabenenya adalah orang-orang yang tinggal di Kota. Sehingga penting untuk menghubungkan kembali masyarakat perkotaan dengan alam sejak dini. Melihat hewan-hewan di Taman Margasatwa saya pikir salah satu cara sederhana untuk reconnect dengan nature,” tuturnya.
Fadhil R, salah satu peserta dari Jakarta Timur mengungkapkan dengan mengikuti serangkaian kegiatan tersebut dapat merefleksikan kondisi keanekaragaman hayati Indonesia, bahwa degradasi lingkungan akan berdampak negatif terhadap kehidupan manusia.
“Hari peringatan keanekaragaman hayati internasional 2026 yang dilaksanakan setiap 22 Mei ini cukup menarik karena tahun ini saya bisa belajar secara langsung bersama teman-teman anak muda se-Jabodetabek meskipun berasal dari berbagai latar belakang. Kami bisa diskusi dan bertukar pikiran terkait kondisi biodiversity Indonesia saat ini yang terus tergerus seperti berkurangnya hutan,” katanya.
Aura, salah satu peserta lainnya juga mempunyai kesan kegiatan yang diikutinya tergolong produktif. Sebab, ia dapat bertemu dengan sejumlah anak muda yang peduli dengan lingkungan dan belajar mengenai biodiversitas.
"Ibu saya sangat mendukung saya untuk ikut serta acara ini. Semoga acara seperti ini bisa terus ada,” ujarnya.
Sebelumnya, Jiva Catalyst Foundation telah melaksanakan kegiatan penanaman 1.000 pohon di kawasan Parung Panjang, Bogor. Kegiatan penanaman tersebut sebagai penanda Jiva Catalyst Foundation resmi didirikan. Meskipun baru dilahirkan, Jiva Catalyst Foundation berkomitmen untuk menghadirkan kegiatan-kegiatan kreatif yang mendukung pelestarian lingkungan sehingga lebih banyak anak muda yang terlibat dalam aksi hijau.
Jiva Catalyst Foundation merupakan organisasi yang berfokus pada education, environment, dan social impact dengan cakupan program dan kolaborasi di tingkat ASEAN. Foundation ini mendukung berbagai inisiatif sustainable development melalui edukasi, pemberdayaan komunitas, kegiatan sosial-lingkungan, serta program beasiswa bagi generasi muda.
Editor:
BETHRIQ KINDY ARRAZY
BETHRIQ KINDY ARRAZY

