SPORT

Airlangga Hartarto Kembali Pimpin PB WI, Siapkan Roadmap Wushu ke Olimpiade 2032

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto kembali dipercaya memimpin Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) periode 2026–2030 di Jakarta, Selasa (10/2). Foto: istimewa
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto kembali dipercaya memimpin Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) periode 2026–2030 di Jakarta, Selasa (10/2). Foto: istimewa
apakabar.co.id, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto kembali mendapat kepercayaan untuk memimpin Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) pada masa bakti 2026–2030. 

Airlangga terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Nasional (Munas) PB WI yang digelar di Hotel Aloft, Jakarta Barat, Selasa (10/2).

Terpilihnya Airlangga menandai periode ketiganya menakhodai organisasi wushu Tanah Air. Kepemimpinan berkelanjutan ini menjadi modal penting bagi PB WI untuk menjaga stabilitas organisasi sekaligus memastikan kesinambungan pembinaan prestasi di tingkat nasional dan internasional.

Dalam pidatonya usai terpilih, Airlangga menegaskan bahwa amanah tersebut bukan sekadar kepercayaan, melainkan tanggung jawab besar yang membutuhkan kerja sama seluruh elemen, mulai dari pengurus pusat, pengurus daerah, pelatih, hingga atlet.


“Amanah ini merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar yang hanya dapat saya jalankan dengan dukungan bersama,” ujar Airlangga kepada awak media.

Pada periode kepemimpinan terbarunya, Airlangga menempatkan penyusunan roadmap jangka panjang menuju Olimpiade 2032 sebagai agenda strategis utama. 

Menurutnya, Indonesia harus mulai mempersiapkan diri sejak dini agar wushu nasional mampu bersaing di level tertinggi olahraga dunia.

Ia menekankan bahwa keberlanjutan prestasi hanya bisa dijaga melalui regenerasi atlet yang terencana dan sistematis, terutama dengan memaksimalkan potensi atlet muda dan junior.

“Yang utama tentu melanjutkan prestasi, baik di single event maupun multi-event. Setelah itu, kita buat roadmap menuju Olimpiade 2032. Artinya, pembinaan dan pelatihan atlet-atlet muda dan junior harus dilakukan secara konsisten,” tuturnya.

Menanggapi kekhawatiran publik terkait sejumlah atlet senior yang memasuki masa pensiun, Airlangga menegaskan bahwa PB WI telah menyiapkan sistem pelapisan atlet yang solid. Ia optimistis regenerasi berjalan dengan baik dan kualitas atlet muda Indonesia semakin merata di berbagai daerah.

“Dari PB Wushu tidak ada kekhawatiran. Atlet muda sekarang potensinya merata, tidak lagi terpusat di satu wilayah tertentu seperti tahun-tahun sebelumnya. Yang muda-muda ini terus kita tampilkan dan beri kesempatan,” kata Airlangga.


Selain fokus pada target jangka panjang, PB WI juga menyiapkan program jangka pendek dengan menghadapi berbagai kejuaraan regional dan internasional. Asian Games menjadi salah satu agenda terdekat yang menjadi prioritas, dengan persiapan atlet melalui skema Pusat Pelatihan Nasional (Pelatnas).

Airlangga menyebutkan, penguatan sistem pelatnas menjadi kunci untuk menjaga konsistensi performa atlet sekaligus mengukur kesiapan mereka menghadapi persaingan internasional.

Optimisme terhadap masa depan wushu Indonesia juga didorong oleh perkembangan cabang olahraga ini di level global. Wushu kini telah dipertandingkan dalam ajang Junior Olympic, yang dinilai sebagai sinyal positif menuju pengakuan lebih luas di Olimpiade utama.

“Ya tentu kita ingin mempersiapkan menuju Olimpiade. Sekarang wushu sudah dipertandingkan di Junior Olympic, ini menjadi langkah penting bagi masa depan,” pungkas Airlangga.