NEWS

Banjir di Jakarta Masih Rendam 90 RT dan 9 Ruas Jalan, BPBD Terus Lakukan Penanganan

BPBD DKI Jakarta mencatat sebanyak 90 Rukun Tetangga (RT) dan 9 ruas jalan masih terendam banjir dengan ketinggian yang bervariasi hingga Sabtu (24/1) pagi.
Banjir setinggi 1 meter menggenangi permukiman warga di kawasan Jalan Pulo Indah Raya, RT 10 RW 08, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (23/1/2026). Foto: ANTARA
Banjir setinggi 1 meter menggenangi permukiman warga di kawasan Jalan Pulo Indah Raya, RT 10 RW 08, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (23/1/2026). Foto: ANTARA
apakabar.co.id, JAKARTA - Banjir yang melanda sejumlah wilayah di DKI Jakarta hingga Sabtu (2471) pagi masih menyisakan genangan di puluhan permukiman warga. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat sebanyak 90 Rukun Tetangga (RT) dan 9 ruas jalan masih terendam banjir dengan ketinggian yang bervariasi.

Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menjelaskan kondisi banjir secara umum sudah mulai menunjukkan penurunan dibandingkan hari sebelumnya. 

“Sabtu pagi masih ada 90 RT yang masih terendam banjir,” ujar Yohan di Jakarta, Sabtu (2471).

Menurut Yohan, salah satu titik banjir terparah berada di Kelurahan Cawang, Jakarta Timur, dengan ketinggian air mencapai 2,5 meter. Luapan Sungai Ciliwung menjadi penyebab utama genangan tinggi di wilayah tersebut. Meski demikian, ia memastikan bahwa banjir di sejumlah lokasi lain sudah mulai surut sejak Jumat (23/1) malam.

Sebelumnya, banjir di Jakarta sempat menggenangi hingga 143 RT pada Jumat (23/1). Jumlah tersebut menjadi data tertinggi sejak banjir mulai terjadi pada Kamis (22/1). Seiring berjalannya waktu dan berkurangnya curah hujan, kondisi genangan perlahan berkurang.

BPBD DKI Jakarta terus mengerahkan personel di lapangan untuk memantau perkembangan banjir di setiap wilayah terdampak. Selain itu, koordinasi juga dilakukan bersama Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat). 

Upaya yang dilakukan antara lain penyedotan genangan air serta memastikan saluran dan tali-tali air berfungsi dengan baik.

Berdasarkan data terbaru, wilayah Jakarta Barat menjadi area dengan jumlah RT terendam terbanyak, yakni 51 RT yang tersebar di 11 kelurahan. Beberapa di antaranya adalah Kelurahan Duri Kosambi dengan ketinggian air hingga 120 cm, Rawa Buaya hingga 120 cm, serta Kedoya Utara dengan ketinggian mencapai 80 cm.

Di Jakarta Selatan, banjir masih menggenangi 7 RT yang berada di Kelurahan Rawajati, Pejaten Timur, dan Kebon Baru. Ketinggian air di Pejaten Timur tercatat mencapai 210 cm, dan di Rawajati berkisar antara 25 hingga 130 cm.

Sementara itu, Jakarta Timur mencatat 25 RT masih terendam banjir. Wilayah dengan genangan tertinggi meliputi Kelurahan Cililitan dengan ketinggian air sekitar 230 cm dan Bidara Cina hingga 190 cm. Kelurahan Cawang sendiri tercatat memiliki 9 RT yang masih tergenang dengan ketinggian antara 80 hingga 250 cm.

Di Jakarta Utara, banjir masih terjadi di 7 RT yang seluruhnya berada di Kelurahan Kapuk Muara, dengan ketinggian air berkisar 40 hingga 75 cm.

Selain permukiman warga, banjir juga merendam 9 ruas jalan di Jakarta Barat. Sejumlah ruas tersebut antara lain Jalan Daan Mogot KM 13, Jalan Gotong Royong di Kapuk, Jalan Strategi Raya di Joglo, hingga Jalan Prepedan Raya di Kamal. Ketinggian genangan di jalan-jalan tersebut berkisar antara 10 hingga 30 cm.

BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah rawan banjir. Warga juga diminta mengikuti arahan petugas serta segera melapor jika terjadi kondisi darurat akibat banjir.