1446
1446

Gunung Marapi Erupsi Tiga Hari Berturut-turut, Kolom Abu Capai 1.500 Meter

Gunung Marapi di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah erupsi engan tinggi kolom abu tertinggi mencapai 1.500 meter di atas puncak pada Kamis pagi (3/4/2025). Foto: ANTARA

apakabar.co.id, JAKARTAGunung Marapi yang terletak di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, mengalami letusan beruntun selama tiga hari berturut-turut, dari 1 hingga 3 April 2025. Letusan terbaru terjadi pada Kamis (3/4) pagi, pukul 07.12 WIB, dengan kolom abu mencapai ketinggian 1.500 meter di atas puncak.

Menurut laporan Pos Gunung Api (PGA) Gunung Marapi, kolom abu pada letusan Kamis pagi berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah timur. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30,4 milimeter dan berlangsung selama 1 menit 9 detik.

Sebelumnya, pada 1 April, Gunung Marapi juga mengalami erupsi, namun tinggi kolom abu tidak terpantau karena tertutup awan. Berdasarkan catatan PGA, letusan ini berlangsung selama 34 detik dengan amplitudo 30,6 milimeter.

Pada 2 April, gunung ini kembali meletus sebanyak dua kali, dengan tinggi kolom abu masing-masing 350 meter dan 1.000 meter di atas puncak. Kemudian, pada 3 April, letusan dengan ketinggian kolom abu tertinggi selama periode tersebut, yakni 1.500 meter, terjadi pada pagi hari.

Berdasarkan data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gunung Marapi saat ini berada pada status Level II atau Waspada. Dengan status ini, PVMBG mengeluarkan beberapa rekomendasi penting bagi masyarakat, pendaki, dan pengunjung.

Salah satu rekomendasi utama adalah larangan untuk memasuki atau melakukan aktivitas di dalam radius tiga kilometer dari pusat erupsi, yakni kawah Verbeek. Selain itu, masyarakat yang tinggal di sekitar lembah, aliran, atau bantaran sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi diminta untuk selalu waspada terhadap potensi bahaya banjir lahar hujan, terutama saat musim hujan.

Dengan adanya letusan yang terjadi secara beruntun, masyarakat di sekitar Gunung Marapi diimbau untuk tetap mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Kewaspadaan dan kesiapsiagaan sangat diperlukan guna menghindari potensi risiko akibat aktivitas vulkanik gunung tersebut.

161 kali dilihat, 235 kunjungan hari ini
Editor: Jekson Simanjuntak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *