NEWS

Ngabuburit Susur Mahakam? Pengusaha Kapal Bilang Penumpangnya Masih Sepi

Harapan pelaku usaha kapal wisata agar tradisi ngabuburit menyusuri Sungai Mahakam kembali ramai di Ramadan tahun ini belum sepenuhnya terwujud.
Pengusaha kapal mengeluhkan sepinya penumpang destinasi wisata susur Sungai Mahakam. Foto via Publik Kaltim
Pengusaha kapal mengeluhkan sepinya penumpang destinasi wisata susur Sungai Mahakam. Foto via Publik Kaltim
apakabar.co.id, Samarinda - Menunggu waktu berbuka puasa dengan menyusuri Sungai Mahakam masih menjadi salah satu pilihan aktivitas ngabuburit di Samarinda. Namun bagi pelaku usaha kapal wisata, Ramadan tahun ini belum sepenuhnya membawa angin segar.

Sejumlah operator kapal mengaku jumlah penumpang yang ingin menikmati perjalanan sore di atas sungai masih tergolong sepi. Dalam beberapa perjalanan, kursi kapal bahkan tidak terisi setengahnya.

Salah satu pengusaha kapal wisata Husaini Anwar mengatakan kondisi ini cukup terasa dibandingkan periode sebelumnya ketika wisata susur Mahakam sempat ramai peminat.

“Biasanya Ramadan ada saja yang ingin ngabuburit di kapal, lihat pemandangan Mahakam sambil menunggu buka. Sekarang masih sepi, kadang jalan tapi penumpangnya sedikit,” ujarnya. 
Padahal, perjalanan menyusuri Sungai Mahakam menjelang senja menawarkan pengalaman yang berbeda. Dari atas kapal, penumpang bisa menikmati panorama tepian Samarinda, aktivitas lalu lintas sungai, hingga momen matahari terbenam di balik kota.

Menurut para pelaku usaha, minat masyarakat sebenarnya masih ada, tetapi belum stabil. Beberapa perjalanan hanya ramai pada akhir pekan, sementara hari biasa relatif lengang.

Kondisi tersebut membuat sebagian operator kapal harus menyesuaikan jadwal keberangkatan. Ada yang menunggu jumlah penumpang mencukupi sebelum berlayar agar operasional tetap efisien.

Para pengusaha berharap tren kunjungan bisa meningkat dalam beberapa pekan ke depan, terutama jika promosi wisata sungai kembali digencarkan.

“Kalau makin banyak orang tahu susur Mahakam bisa jadi pilihan ngabuburit, tentu kami juga ikut terbantu. Harapannya Ramadan ini masih bisa ramai,” kata dia.