apakabar.co.id, CIANJUR – Korban terdampak bencana gempa bumi dengan magnitudo 5,6 di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, ternyata masih ada yang tinggal di dalam tenda. Mereka terpaksa tinggal di tenda karena alasan ekonomi dan menunggu janji pemerintah terkait dengan bantuan stimulan rehabilitasi dan rekonstruksi.
Salah satu korban gempa yang masih tinggal di tenda adalah Asep Sodikin (50). Ia tinggal bersama keluarganya, sejak peristiwa gempa bumi menghantam Cianjur pada 21 November 2022.
Asep dan keluarganya tinggal di Kampung Cikadu, Desa Gasol, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur. Tenda tempat tinggal mereka berasal dari terpal yang didirikan di bekas bangunan rumah yang sudah hancur.

Saat ditemui, Asep mengaku tengah menunggu bantuan stimulan rehabilitasi dan rekonstruksi yang rencananya akan diberikan oleh pemerintah dalam dua pekan mendatang.
“Sejak terjadi gempa, saya memang sudah tinggal di sini, di bekas rumah saya yang hancur. Jadi ini alasnya keramik bekas rumah saya tapi pinggirnya terpal dan triplek,” tuturnya kepada apakabar, Selasa (23/4).
Selama ini, Asep tinggal bersama istri dan dua anak serta satu orang cucu. Asep menjelaskan, dirinya merupakan salah satu warga yang jarang mendapatkan bantuan. Bahkan bantuan stimulan rehabilitasi dan rekonstruksi belum ia terima, sementara banyak tetangga sudah mendapatkannya.
Itu sebabnya, di kawasan tempat tinggal Asep sudah banyak bangunan yang berdiri. Kebanyakan mereka membangun dengan bermodalkan dana bantuan stimulan rehabilitasi dan rekonstruksi
“Sampai saat ini saya belum menerima bantuan pembangunan kembali rumah akibat gempa. Buku rekening juga belum keterima,” jelasnya.
Kendati begitu, Asep berupaya tetap bersabar. Ia masih menaruh harapan besar akan bantuan stimulan rehabilitasi dan rekonstruksi tahap keempat yang rencananya segera dicairkan.
“Saya sabar saja. Mudah-mudahan bisa segera cair tahap keempat dan katanya sekitar dua minggu lagi cair,” tutupnya.