NEWS

Tiga Hari Pencarian, Black Box ATR 42-500 Belum Ditemukan

ILUSTRASI pesawat ATR. Foto: unsplash.com
ILUSTRASI pesawat ATR. Foto: unsplash.com
apakabar.co.id, JAKARTA - Basarnas mengungkapkan hingga saat ini masih belum menemukan black box dari pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang mengalami kecelakaan di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangakep, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Black box merupakan perangkat perekam data penerbangan dan suara kokpit pesawat yang krusial untuk investigasi kecelakaan. Hal itu disampaikan menanggapi pertanyaan dari Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus dalam rapat bersama di Kompleks Parlemen.

"Kami belum menemukan bagian pesawat yang tanda-tandanya black box," kata Kepala Basarnas Mohammad Syafii di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (20/1).
Selama tiga hari terakhir pencarian, kata Syafii, Basarnas baru menemukan Emergency Locator Transmitter (ELT). Diketahui, ELT merupakan perangkat yang berfungsi mengirimkan sinyal darurat ke satelit untuk membantu tim pencari menemukan lokasi pesawat setelah kecelakaan.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi menyatakan pesawat ATR 42-500 ada dalam kondisi laik terbang.

"Kalau laik terbang iya. Syarat utamanya adalah layak terbang. Kami sudah memeriksa kelaikan dari dokumen yang dimiliki oleh pesawat tersebut, dan pesawat tersebut dinyatakan layak terbang," ujar Menhub Dudy.
Kemudian, terkait dengan isu pesawat itu diduga memiliki masalah, dia mengatakan bahwa dirinya tidak ingin mengomentari perihal isu yang belum tentu kebenarannya, apalagi tidak ada pembuktian.

"Saya belum bisa menyebutkan itu. Kita tidak mau terlalu dini menyampaikan apa yang menjadi penyebab dari kecelakaan, seperti itu," ujarnya.