1446
1446
Flash, News  

Bawaslu Sarankan Tonton Film Dirty Vote

Para pemeran film Dirty Vote.

apakabar.co.id, JAKARTA – Sebagai otokritik, anggota Bawaslu RI Lolly Suhenty menyarankan masyarakat menonton film dokumenter “Dirty Vote”.

“Kami bahkan, kayak tadi, misalnya, ada enggak yang belum tonton? Kita menyarankan untuk segera ditonton karena ini menjadi autokritik terhadap proses penyelenggaraan pemilu di kita (Indonesia),” kata Lolly baru-baru tadi.

Bagi Lolly, Bawaslu menjadikan kritik dari film dokumenter tersebut sebagai refleksi dan evaluasi. Tetapi dalam konteks kinerja Bawaslu, dia tentu saja siap mempertanggungjawabkan seluruh kinerja yang sudah dilakukan.

“Terutama dalam konteks penanganan pelanggaran yang kemudian dibidik dalam film itu,” ujarnya.

Lebih dari itu, Bawaslu masih mengkaji adanya kampanye hitam atau “black campaign” dalam film dokumenter tersebut.

“Karena kan film-nya juga baru rilis ya. Jadi masih dalam kajian kami. Kami akan lihat karena juga sudah ada komentar-komentar atau protes yang disampaikan,” tuturnya.

Walaupun demikian, dirinya belum mendapatkan informasi mengenai adanya pelaporan dugaan kampanye hitam dalam film dokumenter “Dirty Vote”.

Film dokumenter “Dirty Vote” disutradarai oleh Dandhy Dwi Laksono. Film itu sebagai bentuk edukasi untuk masyarakat yang pada hari ini, 14 Februari 2024 akan menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2024.

“Ada saatnya kita menjadi pendukung capres-cawapres, tetapi hari ini saya ingin mengajak setiap orang untuk menonton film ini sebagai warga negara,” kata Dandhy.

Dirty Vote digarap Dandhy dan tim dalam waktu sekitar 2 pekan. Mencakup proses riset, produksi, penyuntingan, sampai rilis.

Pembuatannya melibatkan 20 lembaga, seperti Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Bangsa Mahardika, Ekspedisi Indonesia Baru, Ekuatorial, Fraksi Rakyat Indonesia, Perludem, Indonesia Corruption Watch, JATAM, Lokataru, LBH Pers, WALHI, Yayasan Kurawal, dan YLBHI.

Dalam waktu kurang lebih 5 jam setelah siar di YouTube, film itu saat ini telah dilihat 355.831 orang dan dan disukai oleh 51.294 pengguna YouTube. Sementara hingga Selasa pukul 19.00 WIB, film tersebut telah disaksikan sekitar 7,5 juta penonton.

24 kali dilihat, 3 kunjungan hari ini
Editor: Wilfridus Zenobius Kolo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *