NEWS
DPR Usul BGN Bentuk Kanal Pengaduan Online
apakabar.co.id, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris mengusulkan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk membentuk kanal pengaduan masyarakat berbasis online dan real time guna mendorong transparansi dan peningkatan kualitas dalam pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Kanal pengaduan itu, kata dia, diharapkan dapat diakses secara terbuka oleh masyarakat melalui platform berbasis web maupun aplikasi mobile, sehingga masyarakat memiliki ruang untuk melaporkan berbagai temuan terkait distribusi dan kualitas makanan MBG yang mereka terima di lapangan.
“Saat ini kami masih menerima banyak laporan dari masyarakat tentang makanan MBG yang tidak layak saji, baik karena kandungan gizinya yang tidak seimbang maupun karena kondisi makanan yang telah rusak, busuk, atau kadaluwarsa,” kata Charles di Jakarta, Jumat (23/1).
Menurut dia, laporan yang diterima DPR meliputi penggunaan ultra processed food (UPF) secara berlebihan, seperti sosis, nugget, dan makanan kemasan tinggi gula, yang justru bertentangan dengan semangat program MBG untuk meningkatkan kualitas gizi anak.
"Di samping itu, banyak pula aduan soal porsi makanan yang tidak manusiawi, seperti tempe sebesar ujung jempol, ikan berukuran sangat kecil, hingga buah hanya berjumlah tiga butir," katanya.
Melalui kanal pengaduan yang terintegrasi, menurut dia, masyarakat bisa menyampaikan keluhan mereka secara langsung dengan mengunggah foto dan deskripsi masalah, sehingga proses penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran. Sistem ini juga akan memperkuat partisipasi publik dalam pengawasan program MBG.
"Dengan anggaran lebih dari Rp3 triliun untuk program digitalisasi saya rasa bukan hal yang sulit bagi BGN untuk mengadakan fasilitas ini," kata dia.
Menurut dia, keberhasilan program MBG seharusnya tidak hanya diukur dari jumlah penerima manfaat, tetapi dari dampak nyata terhadap kualitas gizi dan kesehatan masyarakat.
"Kanal pengaduan ini akan menjadi mekanisme korektif yang memaksa penyedia makanan (SPPG) untuk terus memperbaiki kualitas produk yang diberikan kepada anak-anak dan kelompok rentan lainnya,” katanya.
Editor:
BETHRIQ KINDY ARRAZY
BETHRIQ KINDY ARRAZY

