1446
1446

Semeru Erupsi Beberapa Kali, Tinggi Letusan 800 Meter

Gunung Semeru erupsi dengan letusan setinggi 800 meter pada Rabu (14/8/2024) pukul 08.06 WIB. Foto: PVMBG

apakabar.co.id, JAKARTA – Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur (Jatim), mengalami erupsi beberapa kali. Tercatat tinggi letusan mencapai 800 meter di atas puncak pada Rabu (14/8) pagi.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Liswanto mengungkapkan Gunung Semeru kembali erupsi pukul 00.20 WIB dan 00.39 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 500 meter di atas puncak.

“Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat daya,” kata Liswanto dalam keterangan di Lumajang, Rabu (14/8).

Petugas juga mencatat terjadinya letusan Gunung Semeru pukul 00.42 WIB dengan tinggi letusan abu vulkanik lebih tinggi dibandingkan letusan sebelumnya, kurang lebih 600 meter di atas puncak atau 4.276 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Sabtu Pagi, Semeru Enam Kali Erupsi Terus Menerus 

“Erupsi kembali terekam pada pukul 01.03 WIB, 05.22 WIB, dan 05.37 WIB, namun visual letusan ketiga erupsi tersebut tidak teramati karena tertutup kabut,” paparnya.

Erupsi gunung tertinggi di Pulau Jawa itu kembali terjadi pada pukul 06.09 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 500 meter di atas puncak. Selanjutnya pukul 07.35 WIB, erupsi Semeru terjadi lagi dengan tinggi letusan sekitar 500 meter di atas puncak dan terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 111 detik.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru lainnya, Sigit Rian Alfian menjelaskan erupsi Gunung Semeru pada pukul 08.06 WIB dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 800 meter di atas puncak.

“Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara dan timur laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi 132 detik,” ujarnya.

Semeru Erupsi, Tinggi Kolom Abu Vulkanik 500 Meter

Kemudian pukul 08.36 WIB Semeru kembali erupsi dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 600 meter di atas puncak. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara. Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 100 detik.

Sigit mengungkapkan status Gunung Semeru berada pada Level II atau Waspada. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi, yakni masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh delapan km dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak diizinkan melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan. Hal itu penting diindahkan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 km dari puncak.

Erupsi Semeru, Abu Vulkanik Setinggi 1.000 meter ke Timur Laut

Masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam radius tiga km dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

Selain itu perlu diwaspadai adanya potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru- Hal itu terutama di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

288 kali dilihat, 1 kunjungan hari ini
Editor: Jekson Simanjuntak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *