NEWS
Prabowonomics di Davos: Arah Baru Ekonomi Indonesia di Panggung Dunia
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menyampaikan pidato khusus atau special address dalam forum World Economic Forum (WEF) 2026 yang digelar di Davos, Swiss.
apakabar.co.id, JAKARTA - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dijadwalkan menyampaikan pidato khusus atau special address dalam forum World Economic Forum (WEF) 2026 yang digelar di Davos, Swiss.
Dalam kesempatan penting ini, Presiden Prabowo akan mengusung tema besar bertajuk Prabowonomics, sebuah konsep ekonomi yang menjadi penanda arah kebijakan ekonomi Indonesia di bawah kepemimpinannya.
Berdasarkan informasi dari situs resmi WEF, Presiden Prabowo dijadwalkan berpidato pada pukul 14.00 waktu setempat (Central European Time/CET) atau pukul 20.00 WIB. Pidato itu menjadi sorotan karena menandai kembalinya Presiden Indonesia ke forum ekonomi global tersebut setelah absen selama satu dekade.
Dalam susunan agenda hari yang sama, sesi Presiden Prabowo akan didahului oleh sejumlah pemimpin dunia, antara lain Presiden Israel Isaac Herzog, Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis, dan Presiden Finlandia Alexander Stubb. Setelah itu, giliran Presiden Suriah Ahmad Al Sharaa yang akan menyampaikan pidato.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa Presiden Prabowo akan memaparkan berbagai konsep ekonomi yang telah lama dipikirkan dan sebagian sudah diterapkan, baik sebelum maupun setelah menjabat sebagai presiden.
Konsep tersebut, menurut Teddy, merupakan gagasan ekonomi yang dirancang untuk menjawab tantangan nasional dan global secara berimbang.
“Intinya beliau akan berbicara mengenai konsep-konsep ekonomi yang beliau pikirkan dan sudah beliau terapkan selama beliau sebelum menjadi presiden dan sejak menjadi presiden hingga sekarang,” ujar Teddy saat berada di London, Inggris, Rabu (21/1).
Selain menjelaskan kerangka pemikiran ekonomi, Presiden Prabowo juga akan menyampaikan capaian-capaian pemerintah selama satu tahun masa pemerintahan. Paparan ini diharapkan dapat memberikan gambaran konkret kepada dunia internasional mengenai arah pembangunan dan stabilitas ekonomi Indonesia ke depan.
Teddy menegaskan bahwa keseluruhan gagasan tersebut dirangkum dalam istilah “Prabowonomics”, yang menjadi ciri khas pendekatan ekonomi Presiden Prabowo. Konsep ini diyakini menekankan kemandirian nasional, ketahanan ekonomi, serta peran aktif negara dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan pemerataan.
WEF 2026 sendiri menghadirkan banyak pemimpin dunia. Pada Selasa (20/1), sesi kepemimpinan global diisi oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, dan Perdana Menteri Kanada Mark Carney.
Sementara pada Rabu (21/1), pidato disampaikan oleh Presiden Mesir Abdel Fattah Al Sisi, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez, Perdana Menteri Palestina Mohammad Mustafa, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, serta Presiden Argentina Javier Milei.
Kehadiran Presiden Prabowo menjadi momentum penting karena Indonesia terakhir kali diwakili presiden pada WEF tahun 2011, saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan pidato mengenai ekonomi hijau.
World Economic Forum merupakan pertemuan global tahunan yang digelar sejak 1971 di Davos, Swiss. Forum ini mempertemukan para pemimpin dunia, ekonom, akademisi, dan praktisi untuk membahas tantangan ekonomi global saat ini dan masa depan.
Sebagai organisasi non-pemerintah dan think tank yang berbasis di Cologny, Jenewa, WEF menjadi panggung strategis bagi Indonesia untuk menyampaikan visi ekonominya kepada dunia.
Editor:
JEKSON SIMANJUNTAK
JEKSON SIMANJUNTAK