SPORT

Xabi Alonso Lengser, Arbeloa Ambil Alih Kursi Pelatih Real Madrid

Pelatih asal Spanyol Xabi Alonso. Foto: realmadrid.com
Pelatih asal Spanyol Xabi Alonso. Foto: realmadrid.com
apakabar.co.id, JAKARTA - Real Madrid resmi mempromosikan Alvaro Arbeloa sebagai pelatih tim utama menggantikan Xabi Alonso. Pengumuman tersebut disampaikan klub raksasa Liga Spanyol itu melalui laman resminya pada Selasa (14/1), sehari setelah kekalahan menyakitkan 2-3 dari Barcelona pada final Piala Super Spanyol di Arab Saudi.

Dalam pernyataannya, Madrid menegaskan bahwa perpisahan dengan Xabi Alonso terjadi berdasarkan kesepakatan bersama. 

Namun, keputusan tersebut tidak bisa dilepaskan dari performa tim yang inkonsisten sepanjang delapan bulan terakhir, serta meningkatnya tekanan internal di ruang ganti. Alvaro Arbeloa sebelumnya menjabat sebagai pelatih Real Madrid Castilla sejak Juni 2025. 


Ia menghabiskan seluruh karier kepelatihannya di lingkungan akademi Los Blancos sejak 2020, mulai dari menangani tim usia muda hingga dipercaya memimpin Castilla. Promosi ini menandai langkah besar dalam karier kepelatihan mantan bek kanan tersebut.

Pergantian pelatih ini mengakhiri periode penuh gejolak di bawah Xabi Alonso. Mantan gelandang Madrid itu berada dalam tekanan besar akibat hasil yang tidak stabil di kompetisi domestik, konflik dengan sejumlah pemain inti, termasuk Vinicius Junior, serta disebut-sebut mulai kehilangan dukungan dari ruang ganti.

Di klasemen sementara LaLiga, Real Madrid tertinggal empat poin dari rival abadinya, Barcelona. Kekalahan di final Piala Super Spanyol menjadi pukulan terakhir yang mendorong manajemen klub mengambil keputusan tegas.

Meski demikian, Real Madrid tetap memberikan penghormatan tinggi kepada Alonso.

“Real Madrid mengumumkan bahwa Xabi Alonso tidak lagi menjadi pelatih tim utama. Keputusan ini diambil berdasarkan kesepakatan bersama antara klub dan sang pelatih,” tulis Madrid dalam pernyataan resminya.

Klub juga menegaskan bahwa Alonso akan selalu memiliki tempat istimewa di hati para Madridista.

“Xabi Alonso adalah legenda Real Madrid yang selalu merepresentasikan nilai-nilai klub. Real Madrid akan selalu menjadi rumah baginya,” lanjut pernyataan tersebut.

Xabi Alonso datang ke Santiago Bernabeu pada awal musim 2025/2026 dengan ekspektasi sangat tinggi dan kontrak hingga Juni 2028. Namanya melambung setelah mencatat prestasi bersejarah bersama Bayer Leverkusen, dengan menjuarai Bundesliga dan DFB-Pokal secara bersamaan, serta membawa klub Jerman itu ke final Liga Europa.

Awalnya, Alonso sempat memberikan harapan besar. Setelah membawa Madrid ke semifinal Piala Dunia Antarklub 2025, ia memulai kiprahnya sebagai pelatih tim utama dengan impresif, meraih 13 kemenangan dari 14 laga awal. 

Satu-satunya kekalahan kala itu adalah hasil telak 2-5 dari Atletico Madrid dalam derbi pada September 2025.

Namun, performa Madrid kemudian merosot. Kekalahan 0-1 dari Liverpool pada 4 November menjadi awal periode sulit, di mana Madrid hanya meraih dua kemenangan dari delapan pertandingan. 


Meski sempat bangkit dengan lima kemenangan beruntun, manajemen klub menilai peningkatan tersebut belum cukup untuk mempertahankan Alonso.

Sebagai pengganti, Madrid kini menaruh kepercayaan kepada sosok yang memahami DNA klub. Arbeloa, seperti Alonso, merupakan mantan pemain Real Madrid yang membela Los Blancos pada periode 2009–2016. 

Selama masa bermainnya, ia turut mempersembahkan delapan gelar juara, termasuk dua trofi Liga Champions dan satu gelar LaLiga.

Di level internasional, Arbeloa juga merupakan bagian dari generasi emas tim nasional Spanyol yang menjuarai Piala Dunia 2010 serta Piala Eropa 2008 dan 2012.