EKBIS

Pertamina Perkuat Kampanye Keberlanjutan bagi Generasi Muda

Kampanye berkelanjutan berbasis digital oleh Pertamina melalui gerakan "Sebar Energi Baik". Foto: Pertamina
Kampanye berkelanjutan berbasis digital oleh Pertamina melalui gerakan "Sebar Energi Baik". Foto: Pertamina
apakabar.co.id, JAKARTA - PT Pertamina (Persero) memperkuat kampanye keberlanjutan yang dikhususkan bagi generasi muda melalui gerakan "Sebar Energi Baik” yang menggandeng kreator konten digital dan pemengaruh (influencer) lintas kategori.

Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan inisiatif ini dirancang untuk membangun budaya keberlanjutan melalui gerakan publik berbasis digital dan komunitas.

"Setiap unggahan, cerita, dan kebiasaan baik adalah energi positif yang bisa menyebar luas. Kami berharap semua energi baik ini akan terus berlanjut menjadi rantai kebaikan bagi Bumi Pertiwi," kata Baron dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (22/1).
Lebih lanjut, ia mengatakan gerakan "Sebar Energi Baik" mengajak masyarakat untuk membagikan cerita aksi kecil tapi berdampak, seperti pengurangan plastik sekali pakai, efisiensi energi, penggunaan transportasi umum, daur ulang sampah, hingga praktik ramah lingkungan di rumah.

Sampai dengan minggu kelima kampanye, imbuh Baron, inisiatif ini telah diikuti oleh lebih dari 700 penyebar yang dikelola melalui kanal Instagram @SebarEnergiBaik dan @EnergyToEnergize.

"Pertamina berharap cerita atau kisah yang disebar itu bisa memberi semangat dan menjadi tauladan bagi yang lain sehingga bisa membangun budaya keberlanjutan utamanya di kalangan gen Z," ujar Baron.

Ia menambahkan, lewat kampanye ini, Pertamina menghadirkan pola edukasi yang lebih cocok bagi generasi muda dengan format konten reels, foto inspiratif, ajakan aksi, serta seri pengumuman mingguan untuk 10 cerita publik terpilih.

"Pertamina melihat bahwa generasi muda memiliki kekuatan narasi dan pengaruh yang besar," kata Baron.

Ia berharap melalui kolaborasi dengan kreator digital dan komunitas, gerakan "Sebar Energi Baik" menjadi ruang bersama untuk menunjukkan bahwa aksi sederhana dapat menciptakan perubahan besar.
Sementara itu, Presiden Direktur Institute for Sustainability and Agility (ISA) Maria R Nindita Radyati menambahkan pendekatan berbasis cerita (storytelling) sangat penting untuk membangun perubahan perilaku.

"Generasi muda butuh contoh yang nyata, dekat, dan mudah dilakukan," kata Maria.

Ia berharap melalui influenser yang dipercaya oleh generasi muda, pesan soal efisiensi energi, penggunaan produk ramah lingkungan, atau kebiasaan minim sampah menjadi lebih mudah diterima.

"Ini cara efektif untuk memperluas dampak keberlanjutan," ujarnya.