NEWS
Museum Nasional Didorong Jadi Destinasi Edukatif
apakabar.co.id, JAKARTA - Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon bersama Wakil Menteri Kebudayaan RI Giring Ganesha meninjau langsung Museum Nasional, Jakarta, Rabu (31/12), menjelang pergantian tahun. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan layanan museum di tengah meningkatnya minat masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru.
Fadli Zon mengatakan, jumlah pengunjung Museum Nasional saat ini rata-rata mencapai 6.000 hingga 7.000 orang per hari dan diperkirakan terus meningkat hingga malam hari. Pada awal tahun, angka kunjungan bahkan bisa menembus 8.000 orang. “Sekarang ini rata-rata masih di kisaran 6.000–7.000 pengunjung per hari, dan pada masa liburan panjang bisa naik sampai 10.000 bahkan 12.000,” ujarnya.
Untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung, pengelola Museum Nasional telah melakukan sejumlah penyesuaian fasilitas, termasuk perubahan akses pintu masuk. Jika sebelumnya pintu masuk berada di Gedung A dengan kapasitas terbatas, kini pengunjung diarahkan masuk melalui area Sanken yang lebih luas. “Pintu masuk kita ubah supaya jumlah yang datang ke sini jauh lebih banyak dan pengunjung lebih nyaman,” kata Fadli Zon.
Selain akses masuk, Museum Nasional juga melengkapi fasilitas penunjang seperti musala, area ibadah, gerai merchandise, serta ruang bermain anak. Menurut Fadli Zon, pembenahan ini diharapkan membuat pengunjung lebih leluasa mengeksplorasi koleksi museum yang sangat beragam. “Kalau dikunjungi secara detail, satu hari sebenarnya tidak cukup karena koleksinya sangat banyak,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pembukaan pameran terbaru bertema Javamen atau Manusia Jawa (Homo Erectus) yang baru kembali ke Indonesia dari Belanda setelah lebih dari 130 tahun. Koleksi yang dikenal sebagai koleksi Dubois tersebut kini dipamerkan sebagai salah satu masterpiece Museum Nasional. Pameran ini dilengkapi alur cerita sejarah yang dimulai dari lukisan purba di Maros-Pangkep berusia hingga 51.200 tahun, koleksi Homo Erectus, hingga prasasti-prasasti penting Nusantara.
“Di ujung pameran ada prasasti Yupa dari Kalimantan yang diperkirakan berasal dari abad keempat, sekitar tahun 300-an, termasuk prasasti awal di Nusantara. Ada juga prasasti dari kerajaan-kerajaan besar seperti Sriwijaya dan Majapahit,” jelasnya.
Fadli Zon berharap pameran tersebut dapat memperkuat pemahaman masyarakat bahwa Indonesia merupakan salah satu peradaban tertua di dunia. Ia mendorong masyarakat memanfaatkan momentum liburan untuk mengunjungi museum sebagai sarana edukasi yang juga menyenangkan. “Museum itu tempat belajar, tapi juga bisa menghibur dan menyenangkan,” katanya.
Seiring peningkatan fasilitas dan kualitas layanan, pemerintah juga mulai menyesuaikan harga tiket masuk. Tiket untuk pengunjung umum ditetapkan sebesar Rp50.000, sementara pelajar dikenakan Rp30.000. Adapun penyandang disabilitas, lansia di atas 60 tahun, serta anak yatim piatu dibebaskan dari biaya masuk. “Harga kita sesuaikan agar ada apresiasi terhadap museum, namun tetap terjangkau, terutama bagi pelajar,” ujarnya.
Museum Nasional tetap beroperasi selama libur Tahun Baru, termasuk pada 1 Januari, dengan jam operasional pukul 08.00 hingga 20.00 WIB. Fadli Zon menyebut, peningkatan kunjungan dari tahun 2024 ke 2025 mencapai sekitar 400 persen, dengan rekor tertinggi kunjungan harian mencapai 12.750 orang. Ke depan, setelah revitalisasi ruang tambahan rampung, ia menargetkan jumlah pengunjung bisa menembus 15.000 orang per hari.
“Kita harapkan Museum Nasional menjadi alternatif wisata edukatif bagi masyarakat, tidak hanya saat liburan panjang, tetapi juga pada hari-hari biasa,” pungkasnya.
Editor:
RAIKHUL AMAR
RAIKHUL AMAR