SPORT
Fajar/Fikri Waspadai Ketatnya Persaingan Ganda Putra di Malaysia Open 2026
apakabar.co.id, JAKARTA - Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, akan lebih waspada terhadap lawan-lawannya saat bersaing dalam ajang Malaysia Open 2026 yang berlangsung di Axiata Arena, Kuala Lumpur, 6-11 Januari.
Meski datang dengan status peringkat enam dunia, Fajar/Fikri menegaskan bahwa pencapaian tersebut tidak membuat mereka merasa unggul atas lawan-lawannya.
Menurut keduanya, persaingan ganda putra dunia dalam beberapa tahun terakhir justru semakin ketat dan sulit diprediksi.
“Tahun lalu pasangan Korea, Kim Won Ho/Seo Seung Jae, bisa meraih 11 gelar juara. Tapi itu tidak berarti pasangan lain tidak bisa mengalahkan mereka. Di ganda putra, semuanya tergantung persiapan dan kesiapan di lapangan. Siapa pun bisa menang, apa pun bisa terjadi,” ujar Fajar.
Pebulutangkis berusia 30 tahun itu juga menambahkan bahwa peta kekuatan ganda putra dunia saat ini sangat dinamis. Tidak hanya pasangan papan atas, kemunculan duet-duet baru membuat setiap turnamen selalu menghadirkan tantangan berbeda.
Pandangan serupa disampaikan Muhammad Shohibul Fikri. Menurutnya, tahun baru hampir selalu melahirkan kejutan dari pasangan muda, baik di dalam maupun luar negeri.
“Di 2026 pasti akan banyak pasangan baru yang muncul, terutama pasangan-pasangan muda. Di Indonesia sendiri ada Raymond/Joaquin, sementara dari luar negeri, termasuk Malaysia, juga banyak pasangan muda. Mereka pasti membawa gebrakan baru dan itu yang harus kami waspada,” kata Fikri.
Pada Malaysia Open 2026, Fajar/Fikri akan mengawali langkah dengan menghadapi wakil Chinese Taipei, Lee Fang-Chih/Lee Fang-Jen, pada babak 32 besar yang dijadwalkan berlangsung Rabu (7/1).
Meski di atas kertas diunggulkan, Fikri menegaskan bahwa fokus utama mereka adalah kesiapan mental dan konsistensi permainan.
“Persiapan sudah cukup baik, mulai dari latihan di Indonesia sampai adaptasi di sini. Sekarang tinggal mempersiapkan mental dan pikiran untuk pertandingan. Semoga di tahun ini hasilnya minimal bisa sama bagusnya dengan enam bulan ke belakang,” ungkapnya.
Malaysia Open juga menjadi pengalaman perdana bagi Fajar/Fikri tampil sebagai pasangan di Negeri Jiran. Fajar mengungkapkan, kondisi lapangan Axiata Arena tidak jauh berbeda dengan turnamen Asia Tenggara lainnya, namun tetap membutuhkan adaptasi khusus.
“Sudah mencoba lapangan dan kurang lebih sama seperti tahun sebelumnya. Ada angin karena pendingin ruangan, tipikal turnamen Asia Tenggara,” jelas Fajar.
Lebih jauh, Malaysia Open 2026 juga menjadi batu loncatan penting bagi Fajar/Fikri untuk mewujudkan target jangka menengah mereka: menembus lima besar, bahkan tiga besar dunia.
“Memulai 2026 di posisi top 6 jelas menjadi motivasi besar. Kami ingin bisa naik ke top 5 dan top 3. Semoga tahun ini minimal bisa sama bagusnya dengan enam bulan terakhir,” lanjut Fajar.
Editor:
RAIKHUL AMAR
RAIKHUL AMAR

